Jumat, 17 Juni 2022

RPP Objek IPA dan Pengamatannya

                                     RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

KD 1 (TM.1-TM.6)

 

 

A.    IDENTITAS

Satuan Pendidikan            :           Sekolah Menengah Pertama Negeri 4  Kuningan

Mata Pelajaran                  :           Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester                 :           7 (Tujuh) / 1 (satu)

Materi Pokok                    :           Objek IPA dan Pengamatannya

Alokasi Waktu                  :           15 x 40 menit (5 TM + 2 JP PH)

 

B.     KOMPETENSI INTI (KI)

  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
  2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam bernteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
  3. Memahami pengetahuan (konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (,enulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang / teori.

        Untuk lebih jelasnya silahkan download di sini !

RPP Tata Surya

                                         RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke 25 s.d 28

 

Satuan Pendidikan                    : Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kuningan

Mata Pelajaran                          : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester                         : 7 (Tujuh) / 2 (Dua)

Materi Pokok                           : Tata Surya

Alokasi Waktu                          : 10 x 40 menit (10 Jam Pelajaran)

 

A.     Kompetensi Inti

  1.  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
  2.  Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
        Untuk lebih jelasnya silahkan download di sini !

RPP Struktur Bumi dan Dinamikanya

                                     RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke 22 s.d 24

 

Satuan Pendidikan                    : Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kuningan

Mata Pelajaran                          : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester                         : 7 (Tujuh) / 2 (Dua)

Materi Pokok                           : Struktur Bumi dan Dinamikanya

Alokasi Waktu                          : 10 x 40 menit (10 Jam Pelajaran)

 

A.     Kompetensi Inti

  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
        Untuk lebih jelasnya silahkan download di sini !

RPP Sistem Organisasi Kehidupan

                                         RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke 1 s.d 6

 

 

Satuan Pendidikan                    : Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kuningan

Mata Pelajaran                          : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester                         : 7 (Tujuh) / 2 (Dua)

Materi Pokok                           : Sistem Organisasi Kehidupan

Alokasi Waktu                          : 15 x 40 menit (15 Jam Pelajaran)

 

A.     Kompetensi Inti

  1.  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
  2.  Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

        Untuk lebih jelasnya silahkan download di sini !

RPP Pemanasan Global

                                         RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke 18 s.d 21

 

Satuan Pendidikan                    : Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kuningan

Mata Pelajaran                          : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester                         : 7 (Tujuh) / 2 (Dua)

Materi Pokok                           : Pemanasan Global

Alokasi Waktu                          : 10 x 40 menit (10 Jam Pelajaran)

 

A.     Kompetensi Inti

1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2.       Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3.       Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Untuk lebih lengkapnya bisa didowload disni !

RPP Pencemaran Lingkungan

                                        RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke 13 s.d 17

 

Satuan Pendidikan                    : Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kuningan

Mata Pelajaran                          : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester                         : 7 (Tujuh) / 2 (Dua)

Materi Pokok                           : Pencemaran Lingkungan

Alokasi Waktu                          : 12 x 40 menit (12 Jam Pelajaran)

 

A.     Kompetensi Inti

  1.  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
  2.  Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

                Untuk lebih jelas silahkan dowonload di sini 

RPP Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan Kelas 7

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Ke 7 s.d 12

 

Satuan Pendidikan                    : Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kuningan

Mata Pelajaran                          : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/Semester                         : 7 (Tujuh) / 2 (Dua)

Materi Pokok                           : Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Alokasi Waktu                          : 12 x 40 menit (12 Jam Pelajaran)

 

A.     Kompetensi Inti

  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di sini !

Senin, 13 Juni 2022

     Kreativitas Peserta didik

Kreativitas merupakan potensi yang dimiliki sejak lahir dan akan berkembang menjadi kemampuan kreativitas sesuai dengan pengalaman hidupnya. Pengembangan potensi ini memerlukan strategi. Pengembangan strategi yang dilakukan Munandar (2004) dikenal dengan empat P yaitu; pribadi, pendorong, proses, dan produk. Strategi person terutama untuk peserta didik, menjadi penting, karena sekolah merupakan tempat paling cocok dalam pengembangan kreativitas ini.

Pembelajaran seyogyanya mengembangkan potensi peserta didik dalam meningkatkan kualitas kreativitasnya. Pengembangan strategi empat P khususnya strategi pribadi (person), diamati berdasarkan sifat-sifat kepribadiannya. Strategi proses dikembangkan dalam hal aktivitas brekreasi peserta didik. Strategi produk diamati dari berdasarkan hasil yang dilakukan peserta didik. Strategi pendorong merupakan pengamatan terhadap dorongan lingkungan baik sekolah, keluarga, dll.

Penilaian kreativitas peserta didik dalam pembelajaran yang sering diamati adalah dari dimensi  pribadi (person). Penilaian kreativitas ini dilakukan dengan melihat produk yang dihasilkan oleh individu dari beberapa bentuk yaitu (1) figural, (2) visual, (3) simbolik, (4) semantik. Bentuk figural mengevaluasi informasi mengenai bentuk gambar yang terdiri dari auditori (pendengaran) dan visual (penglihatan). Bentuk simbolik didasarkan informasi yang dianggap simbol atau tanda-tanda yang memiliki makna sendiri. Bentuk semantik penilaian kreativitas yang didasarkan informasi yang dirasakan dalam kata-kata atau kalimat, baik lisan, tertulis, atau diam-diam dalam pikiran (Guilford, 1968).   

Kreativitas peserta didik dapat dimulai dari sesuatu yang sudah ada. Kemampuan pikiran untuk menciptakan ide yang orsinal akan terlihat jika berbeda dari pemikiran peserta didik lain. Alam memberikan saran saran untuk memecahkan masalah. Peserta didik yang kreatif akan menciptakan model atau analogi dari alam, kemudian menggabungkan beberapa koneksi yang tidak terlihat oleh orang lain (Adair, 2007).

Pembelajaran juga akan memunculkan kreativitas peserta didik jika guru menantang dengan suatu permasalahan. Peserta didik kreatif akan menggunakan logika untuk berpikir (Dian, Oktober 2015). Logika berpikir akan mudah muncul dengan bantuan media pembelajaran.

Fungsi-fungsi dasar kehidupan peserta didik, seperti berpikir rasional, emosional dan kesadaran diri, bakat dan kemampuan fisik maupun mental, akan membentuk kreativitas (Clark, 2008). Hal ini sejalan dengan Wallas (2006) yang menyatakan bahwa proses kreativitas melalui empat tahap yaitu :

1.      Tahap persiapan (Preparation), yaitu pikiran individu mengeksplorasi permasalahan,

2.      Tahap Inkubasi (Incubation), yaitu mulai terinternalisasinya permasalahan ke alam bawah sadar,

3.      Tahap Penerangan (illumination or insighti) yaitu saat ide kreatif  keluar dari alam bawah sadar menjadi sadar,

4.      Tahap verifikasi (verification) yaitu saat gagasan secara sadar diverifikasi, dielaborasi, dan diterapkan.

Tes kreativitas menurut Willian (1980) mengembangkan paket tes kreativitas ( the creativity assessment packet) yang terdiri dari rasa ingin tahu (curiosity, imagination, complexity dan risk taking. Berdasarkan indikator tersebut penelitian ini mengambil indikator kreativitas sebagai berikut :

1.      Menggali berbagai sumber informasi baik dari teman sekelompok, antar kelompok, guru, buku sumber, model dari alam, dll.

2.      Menangkap arahan guru kemudian mewujudkannya dalam desain baru namun sejalan dengan tujuan pembelajaran.

3.      Mampu mengambil sebuah koneksi baru dari sesuatu yang sudah ada, namun sejalan dengan tujuan pembelajaran. (semakin jauh koneksi tersebut dari koneksi ide kelompok lain maka semakin kreatif)

4.      Mampu membuat dugaan sementara (hipotesis), semakin mendekati hipotesis yang dibuat dengan data dan fakta maka semakin luas pengalaman dan kreativitas peserta didik dalam konsep tersebut.

5.      Mampu mengembangkan ide gagasan yang orsinal dalam kerja kelompok, namun sejalan dengan tujuan pembelajaran.

6.      Memberikan banyak alternatif solusi namun sejalan dengan tujuan pembelajaran.

7.      Memberikan gagasan yang baik dengan memperhatikan etika dan norma dalam masyarakat.

8.      Mempertahankan pendapat kelompok dengan meyakini keunggulan desainnya serta memiliki dasar pemikiran yang benar dan utuh.

9.      Mampu memberikan kritik dan saran perbaikan untuk ide gagasan kelompok lain. Sebaliknya berbesar hati menerima kritik saran untuk perbaikan desain orsinal sebelumnya.

Pantang menyerah saat menghadapi masalah, bijak mencari solusi bukan mencari kambing hitam.

Pembelajaran Learning Cycle 5E

Pembelajaran siklus belajar (learning cycle) adalah konsep tentang bagaimana seseorang belajar dari pengalaman. Siklus artinya memiliki tahapan dan bersifat memutar. Pembelajaran bersiklus (learning cycle) adalah cara menyusun inkuiri dalam sains di sekolah melalui tahap bersiklus. Learning cycle menggerakkan peserta didik melalui penyelidikan ilmiah, terlebih dahulu mengeksplorasi materi, membangun konsep, dan akhirnya menerapkan atau memperluas konsep (extend the concept), Keberhasilan peserta didik dalam setiap tahapan siklus perlu diperhatikan yaitu tahap eksplorasi, pengembangan konsep, dan ekspansi (Edmun, 2008).

Dewey (1930) menggambarkan 5 fase atau aspek pemikiran reflektif:

  1. Saran, pada tahap ini pikiran menuju solusi yang memungkinkan
  2. Intelektualisasi, kesulitan atau kebingungan yang dialami atau dirasakan langsung menjadi masalah atau pertanyaan yang harus dicari jawabannya.
  3. Penggunaan satu saran atau gagasan atau hipotesis, yaitu memulai dan memandu pengamatan dan operasi lainnya dalam pengumpulan bahan faktual.
  4. Elaborasi mental ide atau anggapan sebagai gagasan atau anggapan hasil penalaran perbagian, bukan kesimpulan utuh
  5. Menguji hipotesis dengan tindakan nyata atau imajinatif

Lewin (1940)  membangun tindakan penelitian (action reasearch) dan digambarkan sebuah siklus dari :

1.      Perencanaan (Planning)

2.      Pelaksanaan (Action)

3.      Penemuan Fakta (Fact Finding)

Lewin secara khusus menyoroti perlunya menemukan fakta, yang dewasa ini hilang di berbagai bidang manajeman dan sosial. Perencanaan kemudian dilaksanakan, dengan kata lain action adalah perwujudan dari rencana. Pelaksanaan sesuai rencana akan akurat yaitu mengumpulkan wawasan umum mengenai kelemahan dan kekuatan rencana. Ketiga pencarian fakta berfungsi dalam perencanaan atau modifikasi rencana selanjutnya.  Perencanaan merupakan suatu proyeksi tentang apa yang harus dilaksanakan guna mencapai suatu sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang paling mungkin untuk dilaksanakan. (Sumantri, 2014).

Kolb and Fry (1970) mengembangkan pembelajaran model ELM (experiental learning model), yang dibentuk dari 4 elemen :

1.      Eksperimen konkrit (concrete experience)

2.      Observasi dan refleksi  (observation of andreflection on that experience)

3.      Pembentukan konsep abstrak (Formation of abstract concepts based upon the reflection)

4.      Pengujian konsep baru (testing the new concepts)

Pembelajaran STEM

 .Pembelajaran STEM        

Pembelajaran STEM sebenarnya diawali dari pendidikan STEM yang memberikan harapan generasi baru dapat mencipta suatu pemecahan masalah dari kehidupan nyata. Pemecahan masalah dilakukan dengan lintas berbagai disiplin ilmu yaitu science, technology, engineering¸and mathematics. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis , kolaborasi, dan kreativitas.

STEM di Amerika Serikat dimulai tahun 2005, yaitu suatu gerakan sains teknologi, teknik dan matematika. Keprihatinan Amerika Serikat dengan kondisi warga negaranya kurang tertarik pada teknik dan teknologi, sedangkan Rusia telah memulai mempersiapkan tenaga kerja yang serius pada teknik dan teknologi. Jepang dan negara Asia lain pun telah mempersiapkan tenaga kerja yang mulai mengembangkan teknik dan teknologi. Dasar sains sebagai ilmu untuk mendalami akar masalah. Paduan sains dengan teknologi sebagai jawaban atas permasalahan, yang dikembangkan dengan teknik dan perhitungan matematis, dikenal dengan STEM (science technology, engineering, and mathematics). STEM dianggap dapat melibatkan peserta didik dengan standar pembelajaran yang mendorong peserta didik berpikir kritis dan meningkatkan kreativitas peserta didik (Hill, 2019).

Integrasi keempat mata pelajaran (sains, teknologi, teknik dan matematika) menjadi alat pembelajaran kuat bagi peserta didik di bidang akademik inti (Burrows, 2018). STEM telah mampu mengembangkan potensi daerah dengan teknik dan teknologi yang tercipta. Matematika dan sains menjadi garis depan pendidikan STEM, tidak hanya ilmu inti tetapi diintegrasikan dengan teknik dan teknologi untuk menciptakan pemecahan masalah dalam kehidupan nyata.

Penelitian di AS telah membuktikan terjadi peningkatan penilaian kinerja peserta didik dalam pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan pendidikan STEM (Burrows, 2018). Pembelajaran STEM berbasis proyek tersebut membutuhkan kemampuan kinerja peserta didik dalam mendesain, melakukan penelitian, mengaplikasikan teknologi dengan teknik desain yang diperhitungkan secara matematis. Kemampuan lainnya adalah melihat keunggulan dan kelemahan proyek yang dibuat peserta didik, kemudian melakukan perbaikan dan mengkomunikasikan hasil penemuannya.

STEM ini diharapkan akan menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat. Menggunakan pendidikan STEM untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Historis STEM di Amerika Serikat adalah mempersiapkan peserta didik menghadapi abad 21, demikian juga mampu meningkatkan hasil penilaian internasional seperti PISA (Hill, 2019). Kepedulian untuk meningkatkan pendidikan STEM di banyak negara terus tumbuh seiring tuntutan ekonomi yang meningkat. Persaingan global tinggi menyebabkan hanya yang kritis dan memiliki kreativitas tinggi yang dapat bertahan survive dalam persaingan global .

Tantangan utama guru dalam pengajaran menggunakan pendidikan STEM adalah bagaimana mengintegrasikan sains, teknik, teknologi dan matematika dan melihat keterkaitan dan saling ketergantungan antara 4 ilmu tersebut (Pradeep, 2015). Tantangan lainnya adalah bagaimana membantu peserta didik menyadari bahwa solusi untuk masalah dunia nyata melibatkan penggunaan pengetahuan, proses dan praktik dari empat disiplin ilmu ini. Jawaban permasalahan ini adalah pengajaran efektif yang berorientasi pada STEM harus melibatkan suatu kemampuan pedagogik yang berpusat pada masalah kehidupan nyata seperti pada pembelajaran Learning Cycle.

Pembelajaran Learning cycle menawarkan pendekatan pedagogis seperti itu dalam pengajaran yang diorganisasikan dengan cara menetapkan tujuan dan kegunaan konten pelajaran di awal pelajaran dengan konteks kehidupan nyata, melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran, menyediakan peluang untuk menghubungkan konten pelajaran ke aplikasi kehidupan nyata dan membuat peserta didik memiliki pengalaman sains seperti yang dilakukan insinyur (Pradeep, 2015).


Terupdate

Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup

Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup Sebelum mempelajari materi Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup , peserta didik diharapkan telah ...

Populer